Berkenalan dengan Aryati

Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Aryati. Dari sebuah gejolak yang samar, menunggu untuk bertemu, menunggu untuk berbincang.

You can read the translated english version here.

Berkenalan dengan Aryati

Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Aryati. Dari sebuah gejolak yang samar, menunggu untuk bertemu, menunggu untuk berbincang.

Sekapur sirih dari si Tukang Jahit

Saya sudah agak lupa jika harus menceritakan bagaimana awal pertemuan itu. Semua terkesan begitu kebetulan, tapi juga terencana, santai, tapi juga serius. Pada saat itu saya juga masih gelisah dengan diri saya sendiri. Perkenalan dengan Aryati, disatu sisi, merupakan angin segar, tapi juga tantangan tersendiri bagi saya. Entahlah. Namun intinya, dan akhirnya, Aryati memilih saya untuk menjadi penjahit kata-katanya.  read more

Makna tanpa Makna

Ulasan kecil dari pertunjukkan Soydivision: „Tumpeng Tindih“

You can read the translated English version here.

Saat itu udara di Berlin begitu hangat menyentuh pori-poriku. Aku berjalan sejajar dengan dinding-dinding bata yang diam. Lalu tiba pada ujungnya, yakni sebuah gerbang. Menyebrangi gerbang, aku seperti diantarkan pada sebuah masa yang aku tidak tahu kapan. Ada sebuah menara yang permukaannya terbuat dari bata, berdiri tegak tepat di antara dua tembok dan pintu yang membentuk sudut. Sisanya tergelar tanah lapang. Bangunan ini tidak nampak seperti studio, walaupun menurut mesin pencari yang aku tidak ingin sebut namanya, bangunan ini bernama Ufer Studio. Di situ lah aku melihat pertunjukkan Soydivision untuk pertama kalinya. read more

Tentang Empathy Supper

Peleburan disiplin ilmu baru dari kampus: Human Center Design, dengan hal paling lekat dalam kehidupan sehari-hari: makanan, membentuk embrio salah satu format utama pertunjukkan Soydivision: Empathy Supper.

Pesta Pora Dewa-Dewa yang Memecah di Gaung

Tulisan ini merupakan tanggapan penulis atas “Concert Lecture” bertajuk “Gaung” oleh Bilawa Respati dan Ariel Orah pada tanggal 13 Februari 2022 di Ballhaus Naunynstrasse.

Editor’s Note: Lingkar

This February, we took the word “lingkar” from the Indonesian language as its theme. As one of the contributors, I didn’t mention the word lingkar a lot this month, at least not in its literal meaning. However, through this editorial note, I can extract the idea of “lingkar” from my previous writings.

Melankolonial

Melankolonial merupakan sebuah usaha pendekatan untuk menggambarkan latar sosial yang meliputi tokoh Aryati dalam pertunjukkan Soydivision dengan judul yang sama.

Bulan Aryati dan Hari Perempuan

Pada bulan Maret, ada satu hari yang khusus didedikasikan untuk perempuan. Bahkan di Berlin, hari itu menjadi hari libur resmi. Hari itu adalah Frauentag, hari perempuan, yang jatuh pada tanggal 8 Maret. Pada bulan ini pula Aryati akan memperkenalkan dirinya. Aryati, perempuan yang lahir dan mati dalam satu malam.

Melankolonial – Editor’s Note

Berlin, 13 Maret 2022

Catatan Redaksi

Menuju bulan Maret, saya berbincang dengan Aryati secara lebih intensif. Bukan sekedar tentang masalah teknis untuk perjamuan nanti, kami juga lebih banyak berbincang tentang perasaan. Hingga sampailah kami pada sebuah kesepakatan untuk menyematkan bulan ini dengan sebuah tema: Melankolonial. Istilah ini saya ambil dari gabungan dua kata: melankolia dan kolonial. Melankolia dari bahasa Yunani secara harfiah berarti empedu hitam. Kini kata melankolia lebih sering digunakan dalam istilah penyakit kejiwaan. Terutama sejak diterbitkannya tulisan Sigmund Freud yang berjudul “Trauer und Melancholie“ pada tahun 1917. Dalam essai tersebut Freud fokus pada perbedaan duka dan melankoli. Berbeda dengan perasaan duka, melankoli atau melankolia lebih merujuk kepada gangguan mental akibat kesedihan yang mendalam. Melankolia membuat orang merasa terasing atau kehilangan minat terhadap dunia luar, kehilangan perhatian terhadap diri sendiri, mencela dan mencerca diri sendiri, hingga membayangkan hukuman sebagai harapan delusi. Penjamahan atas perasaan Aryati masih sekelibat demi sekelibat bagi saya. Tapi saya rasa, melankolia –sayangnya– mendekati pemaknaan saya terhadap situasi batin Aryati. read more

Sumsuman Aryati

Dalam tulisan ini, Umi Maisaroh, kontributor Soy&Zine dan penulis naskah sekaligus pemeran dalam teater Aryati merefleksikan akhir dari proyek Aryati (untuk sementara ini). - Editor

Ayat-Ayat Kiamat

.ugb-a7f320a-wrapper.ugb-container__wrapper{background-color:#da1a97 !important}.ugb-a7f320a-wrapper.ugb-container__wrapper:before{background-color:#da1a97 !important}.ugb-a7f320a p,.ugb-a7f320a li,.ugb-a7f320a label,.ugb-a7f320a table{color:#111}.ugb-a7f320a a,.ugb-a7f320a a:visited,.ugb-a7f320a a:focus{color:#111}.ugb-a7f320a-content-wrapper > h1,.ugb-a7f320a-content-wrapper > h2,.ugb-a7f320a-content-wrapper > h3,.ugb-a7f320a-content-wrapper > h4,.ugb-a7f320a-content-wrapper > h5,.ugb-a7f320a-content-wrapper > h6{color:#ffffff}.ugb-a7f320a-content-wrapper > p,.ugb-a7f320a-content-wrapper > ol li,.ugb-a7f320a-content-wrapper > ul li{color:#111}

Kukatakan padamu sabda batu pada api yang menjadikannya neraka. Juga air pada muara yang membawakan surga. Bahwa ini tidak sekedar mantra. Ini adalah sumpah dari mulut pendusta.

Dia tidak datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Dan tidak satu pun darimu akan mendapat pertolongan. Meskipun hartamu sebanyak bumi ditambah sebanyak itu lagi.
Pada hari itu jantung telah sampai kerongkongan. Teriakan kehilangan suara. Sungai kehilangan muara. Gunung-gunung digerus selebur-leburnya. Hingga jadilah dia serbuk yang bertaburan.

Ketika bumi menjadi terang-benderang dengan cahaya. Maka sesungguhnya tidak satu pun dari mereka akan lari dari kebenaran. Tidak juga saudaramu yang laki-laki. Tidak juga saudaramu yang perempuan. Tidak juga saudaramu yang muda. Tidak juga saudaramu yang tua. Tidak juga saudaramu yang dekat. Tidak juga saudaramu yang jauh. Tetapi kebanyakan manusia hanya berebut kebenaran. read more