Ayat-Ayat Kiamat

Kukatakan padamu sabda batu pada api yang menjadikannya neraka. Juga air pada muara yang membawakan surga. Bahwa ini tidak sekedar mantra. Ini adalah sumpah dari mulut pendusta.

Dia tidak datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Dan tidak satu pun darimu akan mendapat pertolongan. Meskipun hartamu sebanyak bumi ditambah sebanyak itu lagi.
Pada hari itu jantung telah sampai kerongkongan. Teriakan kehilangan suara. Sungai kehilangan muara. Gunung-gunung digerus selebur-leburnya. Hingga jadilah dia serbuk yang bertaburan.
Ketika bumi menjadi terang-benderang dengan cahaya. Maka sesungguhnya tidak satu pun dari mereka akan lari dari kebenaran. Tidak juga saudaramu yang laki-laki. Tidak juga saudaramu yang perempuan. Tidak juga saudaramu yang muda. Tidak juga saudaramu yang tua. Tidak juga saudaramu yang dekat. Tidak juga saudaramu yang jauh. Tetapi kebanyakan manusia hanya berebut kebenaran.
Dan tahukah kamu saat yang telah ditentukan itu. Saat yang tidak dapat dielakkan. Saat yang telah mereka dustakan. Saat dimana mereka akan saling berbantah-bantahan.
Demi jiwa yang akan menyesal. Maka apabila malapataka telah datang. Setiap manusia tinggallah menunggu giliran.
Dikirimkanlah satu suara yang menggelegar. Dan angin yang membawa hawa panas. Siang terus memancar tanpa pernah berganti malam. Seperti pohon palem yang lapuk, mereka bergelimpangan. 
Segala yang di langit, di bumi, dan yang melayang di antara keduanya, terhisap. Maka binasalah mereka. Tidak ada paduka. Tidak ada hamba. Tidak ada surga. Tidak ada neraka. Tidak ada baik tanpa buruk. Tidak ada buruk tanpa baik. Dari tak ada, kau berjalan menuju tiada.

Kukatakan padamu sabda batu pada api yang menjadikannya neraka. Juga air pada muara yang membawakan surga. Bahwa ini tidak sekedar mantra. Ini adalah sumpah dari mulut pendusta.

Published by

Avatar

Umi Maisaroh

Umi Maisaroh telah menyelesaikan jenjang studi master ilmu teater di Freie Universität Berlin. Pernah menjadi penari, pernah bermain teater boneka. Tapi kini lebih suka mengumpulkan cerita dan menggunakan berbagai medium untuk bercerita. Karya-karyanya merupakan hasil ketakjubannya akan kemurnian sains, renungan spiritual dan kebebasan seni.